Visi dan Misi

A. V I S I

Visi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bone tidak terlepas dari kondisi lingkungan internal dan eksternal serta kedudukan, tugas dan fungsinya yang tidak terpisahkan dari visi dan misi Pemerintah Kabupaten Bone. Berdasarkan hal itu, maka pernyataan visi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bone adalah :

“ TERSELENGGARANYA  PENANGGULANGAN BENCANA YANG TANGGUH, CEPAT, DAN TEPAT ”

Visi tersebut memberi gambaran dan aspirasi wujud pembangunan yang diidamkan oleh masyarakat Kabupaten Bone, yaitu :

  1. Penyelenggaraan penanggulangan bencana yang dilakukan secara tangguh (efektif dan efisien) dapat terwujud, jika terdapat sinergitas peran antara pemerintah dan masyarakat.
  2. Mewujudkan partisipasi masyarakat secara optimal dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana  yang dilandasi oleh kebersamaan, kemitraan, keberdayaan dan keterpaduan serta nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang diwarisi masyarakat Kabupaten Bone.

Selanjutnya dengan visi tersebut di atas, maka dirumuskan misi sebagai berikut :

B.  M I S I

  1. Menyelenggarakan Penanggulangan Bencana secara terencana, terpadu, cepat, tepat dan menyeluruh.
  2. Meningkatkan dan Menggalang kemitraan dengan masyarakat dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana.
  3. Memenuhi hak masyarakat yang terkena bencana secara adil.
  4. Meningkatkan kerjasama antara lembaga dalam menyelenggarakan penanggulangan bencana.

Pelaksanaan Misi tersebut dilakukan berdasarkan nilai-nilai budaya moral dan kearifan lokal yang sudah tumbuh dan berkembang baik dalam masyarakat Kabupaten Bone dengan tetap memperhatikan nilai-nilai yang bersifat universal.
Nilai-Nilai dimaksud adalah :

  1. Resopa Temmangingingngi Namalomo Naletei Pammase Dewata, ini bermakna bahwa, upaya penanggulangan bencana akan berhasil melalui kerja keras yang berkesinambungan yang  diridhai oleh Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Sipakatau, menjalin kerjasama dengan prinsip saling menghargai.
  3. Siri Napesse , menghargai kebhinekaan untuk kebersamaan dalam bingkai kesetiakawanan sosial dalam masyarakat sebagai kekayaan budaya yang menjamin terselenggaranya penanggulangan bencana .
  4. Assimaturuseng, merupakan syarat-syarat dalam menata kehidupan masyarakat yang berbasis kepada kesepakatan dan kebersamaan yang merupakan kiat untuk mempertanggungjawabkan berbagai aspirasi masyarakat dan sebagai basis dalam menjaga keserasian dan keselarasan kehidupan manusia dan alam lingkungannya.
Templates Joomla 1.5