Rakor dan Sosialisasi Penyusunan Dokumen Peta Risiko Bencana Kabupaten Bone

108

Wakil Bupati Bone Drs.H.Ambo Dalle, M.M. Membuka Rakor dan Sosialisasi Pemetaan Penyusunan Dokumen Peta Risiko Bencana Kabupaten Bone, Rabu,10 Juli 2019 di Ruang Rapim Kantor Bupati Bone.

Kegiatan ini dilaksanakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dengan tujuan menyusun peta risiko bencana yang disusun dengan melakukan overlay (hamparan) peta bahaya, peta kerentanan, dan peta kapasitas.

Rakor dan sosialisasi ini melibatkan dinas terkait dengan pembicara dari BNPB guna menghasilkan panduan dalam memahami risiko setiap bencana, baik penanggulangan bencana maupun menyelaraskan arah kebijakan dalam penanggulangan bencana.

Wakil Bupati Bone mengatakan, bencana apapun bentuknya mulai dari longsor, banjir, gempa bumi, dan lainnya, prinsipnya adalah takdir dari Allah SWT. Namun di sisi lain bisa disebabkan karena ulah tangan manusia, seperti longsor dan banjir yang salah satu penyebabnya adanya pembalakan hutan.

“Rakor dan sosialisasi penyusunan peta risiko bencana ini sangat penting. Di mana akan menentukan seperti apa masyarakat mengenal dan mengantisipasi sebelum terjadi bencana, menghadapi bencana  serta pasca bencana untuk beberapa tahun ke depan”

“Untuk itu maping risiko bencana diharapkan disusun secara detail sesuai karakter daerah sampai ke tingkat desa,” harapnya.

Sementara pembicara dari BNPB menjelaskan, untuk menghasilkan peta harus memenuhi prasyarat utama yang diatur oleh BNPB. Adapun prasyarat dalam pembuatan peta tersebut adalah:

1. Memenuhi aturan tingkat kedetailan analisis (kedalaman analisis di tingkat kabupaten/kota minimal hingga tingkat desa/kelurahan);

2. Skala peta minimal adalah 1:50.000 untuk kabupaten/kota di Pulau Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi, peta dengan skala 1:25.000 untuk kabupaten/kota di Pulau Jawa dan Nusa Tenggara;

3. Mampu menghitung jumlah jiwa terpapar bencana (dalam jiwa);

4. Mampu menghitung nilai kerugian harta benda dan kerusakan lingkungan (dalam rupiah);

5. Menggunakan 3 (tiga) kelas interval tingkat risiko, yaitu tingkat risiko tinggi, sedang dan rendah;

6. Menggunakan GIS dengan Analisis Grid (1 Ha) dalam pemetaan risiko bencana.

Oleh karena itu, gambaran peta tersebut akan menunjukkan tingkat risiko rendah, sedang, dan tinggi yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Bone.