Kepala Pelaksana BPBD Bone Tinjau Korban Angin Puting Beliung di Kecamatan Libureng

359

Pada hari Jumat 20 Desember 2919, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bone Dray Vibrianto, S.I.P., M.Si. didampingi Kepala Kabid Kedaruratan dan Logistik M.Ilham, S.Sos., Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi Drs.Anwar Sahude, Kasi Pemulihan Peningkatan Sosek dan Penanganan Pengungsi Alias, S.Sos., serta 3 orang anggota Tim Reaksi Cepat (TRC).

Meninjau korban angin puting beliung yang melanda beberapa desa di Kecamatan Libureng. Adapun desa yang terkena dampak bencana tersebut di antaranya desa Swadaya, Desa Binuang, Kelurahan Tana Batue, dan desa Ponre-ponre.

Bencana angin puting beliung yang melanda desa-desa tersebut terjadi pada Rabu, 18 Desember 2019 sore sekira 16.30 Wita mengakibatkan sejumlah rumah warga mengalami rusak berat dan ringan.

“Dari pantauan di lokasi bencana sebanyak 36 rumah warga yang mengalami kerusakan. Di antaranya 10 rusak berat dan selebihnya rusak ringan. Terbanyak di desa Ponre-ponre yang mengalami kerusakan” kata Dray Vibrianto.

“Kami memantau langsung lokasi bencana ini bahkan hari ini saya merasakan langsung terpaan angin yang cukup kencang namun tidak sehebat yang terjadi kemarin untung tidak menimbulkan korban jiwa namun menyisakan kerugian harta benda” Ujarnya Jumat 20 Desember 2019.

Lanjutnya mengatakan, saat ini kami masih menaksir jumlah kerugiaan warga akibat bencana puting beliung ini. “Insya Allah BPBD Bone dengan segera akan mengirim bantuan logistik untuk meringankan beban warga khususnya terhadap warga yang menjadi korban” tuturnya.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bone Dray Vibrianto bangga dan salut atas kepedulian warga setempat, mereka turut langsung membantu saudara-saudara kita yang terkena dampak puting beliung.

“Atas nama Pemda Bone kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas bantuan dan kepedulian sosial yang diberikan” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bone Dray Vibrianto.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap bencana yang bisa saja datang secara tiba-tiba di luar batas kemampuan kita.

BPBD Bone mengingatkan adanya ancaman angin puting beliung yang sering terjadi. Ada penyebab dan sejumlah tanda yang bisa diwaspadai sebelum puting beliung terbentuk.

Fenomena angin puting beliung dibedakan menjadi dua faktor penyebab. Pertama, saat terjadi puting beliung pada musim kemarau.

Ketika kemarau, proses terjadinya puting beliung disebabkan pusat tekanan rendah lokal di suatu tempat. Umumnya terjadi di tempat terbuka seperti perkebunan. Ada wilayah terbuka, lalu terkena panas yang tinggi dan terjadi angin puting beliung.

Sedangkan, pada musim hujan, penyebab angin puting beliung dipicu oleh pertumbuhan awan cumulonimbus (cb). Kemunculan awan cb tersebut biasanya tiba-tiba.

Pada musim hujan, bukan karena panas terik kemudian terkena wilayah terbuka. Tetapi disebabkan pertumbuhan awan cumulonimbus yang cukup tebal yang membawa uap air, maka ketika terjadi hujan atau sebelum terjadi hujan awan tersebut akan menghasilkan angin cumulonimbus downburst atau angin hempasan dari awan.

Selain itu, yang menambahkan, potensi terjadinya angin puting beliung bertambah besar adalah saat pertumbuhan awan cumulonimbus semakin banyak.

Ketika musim hujan, semakin banyak awan cumulonimbus yang tumbuh semakin besar potensi angin kencang di daerah tersebut.